Rambut rontok, keluhan umum yang dialami hampir tiap kaum wanita di Indonesia bahkan dunia. Wanita berhijab, sedang hamil, melahirkan, menyusui bahkan saat sedang stres, semua pernah merasakan rambut rontok tiap harinya. Tentu kebanyakan tidak dibiarkan begitu saja. Biasanya, para wanita sudah bertanya kesana-kemari, sudah mencoba berbagai merk shampoo, conditioner bahkan hair tonic atau hair serum, namun rambut masih saja rontok. Apa saja sih kira-kira penyebab rambut rontok dan bagaimana ya cara mengatasinya?
Sebelumnya, mari kita pelajari dulu bagaimana sih proses dari pertumbuhan rambut, sbb.
Siklus Pertumbuhan Rambut
Pertumbuhan rambut terjadi dalam proses berkelanjutan yang ditandai oleh empat fase: anagen, pertumbuhan; katagen, regresi; telogen, istirahat; dan eksogen, kerontokan. Setiap folikel rambut mengalami siklus secara independen, dengan setiap folikel rambut mengalami sepuluh hingga tiga puluh siklus seumur hidup. Meskipun kebanyakan individu memiliki sekitar 100.000 helai rambut pada suatu waktu, kerontokan normal terjadi pada tingkat 100 hingga 150 helai rambut telogen per hari. Karena beberapa helai rambut berada dalam fase anagen sementara yang lain sedang istirahat atau rontok, kepadatan dan jumlah helai rambut secara keseluruhan relatif stabil dalam kondisi sehat.
-
Fase Anagen (Tahap Pertumbuhan Aktif)
Selama fase ini, folikel rambut menghasilkan sel-sel baru, terutama sel epitel, yang menyebabkan batang rambut tumbuh dengan cepat. Pada individu yang sehat, sekitar 90% rambut berada dalam fase anagen pada waktu tertentu. Rata-rata, rambut tumbuh sekitar 1 cm setiap 28 hari selama fase ini. Fase anagen berlangsung antara 2 hingga 6 tahun, memberikan waktu yang lebih lama untuk pertumbuhan rambut aktif.
-
Fase Katagen (Tahap Transisi)
Fase transisi ini biasanya hanya berlangsung beberapa minggu. Selama fase katagen, folikel rambut mengalami perubahan struktural, menyusut, dan terlepas dari suplai darah, menandai berakhirnya pertumbuhan aktif. Namun, rambut tetap berada di dalam folikel, bersiap untuk tahap selanjutnya dalam siklus tersebut. Hanya sekitar 3% rambut yang berada dalam fase katagen pada satu waktu, mencerminkan sifatnya yang singkat dan transisional.
-
Fase Telogen (Istirahat)
Selama tahap ini, folikel tidak aktif, dan pertumbuhan rambut terhenti sementara. Fase ini berlangsung sekitar tiga bulan. Selama folikel beristirahat, rambut lama tetap di tempatnya, dan tubuh mulai mempersiapkan pertumbuhan baru. Sekitar 10% hingga 15% rambut berada dalam fase telogen setiap saat. Distribusi ini mendukung panjang rambut tipikal 18 hingga 24 inci, seperti rambut sebahu, sebelum kerontokan alami dimulai. Saat rambut lama rontok, rambut baru mulai terbentuk di dalam folikel. Setelah fase telogen berakhir, folikel kembali memasuki fase anagen, dan siklus pertumbuhan dimulai lagi.
-
Fase Eksogen
Fase eksogen adalah bagian akhir dari siklus pertumbuhan rambut, yang juga disebut fase kerontokan. Selama tahap ini, rambut-rambut tua rontok untuk memberi ruang bagi pertumbuhan baru dari folikel yang sama. Proses kerontokan alami ini penting untuk menjaga kesehatan rambut dan memastikan helaian rambut yang lebih tua digantikan oleh yang baru dan lebih kuat. Nutrisi dan perawatan rambut yang tepat selama fase eksogen dapat membantu mendorong pertumbuhan kembali yang sehat dan meminimalkan kerontokan rambut yang berlebihan.
Faktor Penyebab Rambut Rontok
Berbagai faktor penyebab rambut rontok meliputi genetik, faktor hormonal, dan kondisi penyakit seperti tifoid, malaria, penyakit kuning, dan penggunaan agen kemoterapi. Orang biasanya kehilangan 50 hingga 100 helai rambut per hari. Hal ini biasanya tidak terlihat karena rambut baru tumbuh bersamaan. Kerontokan rambut terjadi ketika rambut baru tidak menggantikan rambut yang rontok.
-
Genetik
Penyebab paling umum kerontokan rambut adalah kondisi keturunan yang terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini disebut alopesia androgenik, kebotakan pola pria, dan kebotakan pola wanita.
-
Perubahan hormon dan kondisi medis
Berbagai kondisi dapat menyebabkan kerontokan rambut permanen atau sementara, termasuk perubahan hormonal akibat kehamilan, persalinan, menopause, dan masalah tiroid.
-
Obat dan suplemen
Kerontokan rambut sementara atau permanen dapat disebabkan oleh berbagai obat, termasuk obat untuk masalah tekanan darah, diabetes, penyakit jantung, dan kolesterol. Obat apa pun yang memengaruhi keseimbangan hormon tubuh dapat memberikan efek yang signifikan: termasuk pil KB, terapi penggantian hormon, steroid, dan obat jerawat. Beberapa perawatan yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur dapat menyebabkan kerontokan rambut yang parah.
-
Lingkungan
Faktor lingkungan dapat memengaruhi siklus rambut dengan memengaruhi kesehatan folikel rambut. Faktor-faktor tersebut meliputi paparan polutan, penataan rambut yang terlalu panas, dan praktik perawatan rambut yang keras. Polutan dapat menumpuk di kulit kepala Anda, menghambat pertumbuhan rambut. Bersihkan kulit kepala Anda secara teratur dan gunakan produk untuk melindunginya dari polutan.
-
Stres
Stres dapat memicu transisi anagen ke telogen dan berkaitan erat dengan efluvium telogen, yang mengakibatkan pemanjangan telogen. Lebih lanjut, kortisol, hormon stres utama, telah terbukti memengaruhi regulasi siklik siklus rambut dan sintesis proteoglikan.
Tatalaksana Rambut Rontok
A. Perubahan Gaya Hidup & Perawatan Sehari-hari
Bagian ini seringkali ringan tapi dampaknya signifikan bila dilakukan konsisten:
-
Makan makanan bergizi
Pastikan cukup protein (daging, ikan, telur, kacang-kacangan), vitamin dan mineral seperti zat besi, zinc, vitamin D. Kurangi makanan olahan dan tinggi gula. Studi menunjukkan diet yang kurang sehat bisa memperparah kerontokan rambut.
-
Tidur cukup & kurangi stres
Kurang tidur atau stres berat bisa membuat rambut lebih cepat rontok. Usahakan tidur berkualitas dan cari cara mengelola stres (misalnya lewat relaksasi, olahraga ringan, terapi jika diperlukan).
-
Perawatan rambut harian yang lebih lembut
Hindari penggunaan alat panas (blow dryer, catokan) berkali-kali, bahan kimia keras seperti bleaching berulang atau pewarnaan yang merusak akar rambut, menarik rambut terlalu kencang (misalnya gaya kepang sangat kencang). Gunakan shampoo yang lembut, jangan terlalu sering dicuci jika membuat kulit kepala kering.
-
Pemeriksaan medis berkala
Pastikan tidak ada masalah kesehatan lain seperti kurang darah (anemia), gangguan tiroid, atau kekurangan vitamin dan mineral yang bisa memperparah rambut rontok.
B. Obat-obatan
Obat bisa membantu memperlambat kerontokan dan kadang juga memicu rambut tumbuh kembali. Berikut pilihan yang sering dipakai:
-
Minoxidil (topikal atau salep/cair)
Obat yang dioles di kulit kepala. Membantu memperpanjang waktu rambut tumbuh dan memperkuat rambut yang ada. Biasanya perlu pakai terus-menerus selama beberapa bulan sebelum terlihat hasilnya.
-
Finasteride & Dutasteride
Obat minum yang membantu menurunkan hormon yang membuat rambut menjadi tipis (DHT). Dutasteride sedikit lebih kuat dibanding finasteride karena bekerja pada beberapa jenis enzim. Untuk pasien pria biasanya lebih dulu dipertimbangkan. Efek samping perlu diperhatikan dan penjelasan kepada pasien penting.
-
Obat untuk kondisi khusus seperti Alopecia Areata
Bila rambut rontok disebabkan oleh sistem imun tubuh menyerang folikel rambut, ada obat-obatan khusus (misalnya yang memodulasi sistem imun) yang bisa sangat membantu. Tapi ini bukan untuk semua jenis kerontokan.
C. Tindakan di klinik
Beberapa tindakan tanpa minum obat yang bisa dibantu di klinik:
-
Microneedling
Suatu tindakan dimana kulit kepala dilukai ringan dengan alat microneedle agar lebih mudah menyerap obat topikal.
-
PRP (Platelet-Rich Plasma)
Prosedur dengan mengambil darah pasien sendiri, diproses agar terkonsentrasi kandungan “faktor penyembuhan”, lalu disuntikkan ke kulit kepala. Banyak pasien melaporkan rambut rontoknya berkurang, rambut makin tebal setelah beberapa sesi.
Kesimpulan
Rambut rontok tidak bisa ditangani dengan salah satu cara saja, biasanya dilakukan kombinasi dari beberapa tatalaksana (misalnya obat + treatment estetik + perubahan gaya hidup) memberi hasil yang lebih maksimal. Hasil dari tindakan tidak ada yang instan, semua tindakan membutuhkan waktu beberapa bulan (biasanya 3-6 bulan atau lebih) dan diperlukan konsistensi. Agar rambut rontokmu mendapatkan solusi yang tepat, segera konsultasikan dengan dokter kami di Elmaskin supaya bisa disesuaikan dari jenis rambut rontok, kondisi pasien, dan toleransi terhadap efek samping.
Ditulis oleh: dr. Fa’izah Ramadhani Sudarko, Aesthetic Doctor Elmaskin Surabaya Barat
Referensi
-
Adistri, K., et al., 2024. Effectiveness and safety of the combination therapy of micro-needling and minoxidil in androgenetic alopecia of Indonesian men: a randomized controlled trial. Dermatology Reports, 16, 9945.
-
Jino, K., et al., 2025. Recent Advances in Drug Development for Hair Loss. Int. J. Mol. Sci., 26(8), 3641.
-
Kumar, V., et al., 2024. Comparative study to determine the role of platelet rich plasma therapy in Androgenetic alopecia. International Journal of Life Sciences, Biotechnology and Pharma Research, 13(12), 429-434.
-
Lalitha, K., et al., 2025. Hair Biology and Hair Loss: A Comprehensive Review of Anatomy, Growth Cycle, Etiologies, and Therapeutic Interventions. Int. J. Sci. R. Tech., 2(6), 134-147.
-
Natarelli, N., et al., 2023. Integrative and Mechanistic Approach to the Hair Growth Cycle and Hair Loss. J Clin. Med., 12(3), 893.