Pada awalnya, kutil di wajah muncul hanya 1-3 titik pada daerah pipi. Kutil tidak hanya menyerang orang lanjut usia, namun sejak remaja pun sudah banyak orang dengan keluhan ini. Tidak hanya perempuan, kalangan laki-laki juga mempunyai kutil yang ia tidak sadari sudah mulai timbul di wajahnya. Lama kelamaan bisa makin membesar atau timbul semakin banyak dan menyebar di beberapa bagian tubuh. Umumnya, kutil di wajah tidak berbahaya, pun tidak sakit saat disentuh. Bahkan beberapa orang mencoba menggunakan salep atau krim agar kutilnya rontok dengan sendirinya, apakah ini merupakan tindakan yang tepat? Apasih penyebab kutil dan bagaimana cara menghilangkan kutil serta mencegah agar tidak timbul lagi?
Definisi dan Prevalensi
Kutil atau dalam bahasa medis disebut keratosis seboroik (KS), merupakan suatu tumor kulit jinak yang berbentuk bulat, berwarna kecoklatan, berbatas tegas dan mempunyai diameter dengan rata-rata sebesar 0,5-1 cm. Keratosis seboroik terutama ditemukan pada orang dewasa dan lansia. Kebanyakan pasien biasanya mengalami keratosis seboroik pertama mereka di usia paruh baya. Lesi ini biasanya tumbuh lambat, ketebalannya bisa bertambah seiring berjalannya waktu. Kondisi ini menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia, dan memengaruhi hampir semua orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Prevalensi perempuan dan laki laki sebanding, namun kelainan ini dapat muncul sejak umur 15 tahun dan prevalensi meningkat dengan bertambahnya umur.
Penyebab Kutil
Meskipun sangat umum, penyebab dan mekanisme terjadinya KS sebagian besar masih belum diketahui. Sebagaimana dijelaskan di atas, usia merupakan faktor risiko terpenting untuk KS. Predisposisi genetik tentu saja merupakan faktor risiko lain untuk KS. Laporan kasus klinis lainnya mencatat keluarga-keluarga dengan peningkatan insiden KS selama beberapa generasi, juga pada usia yang sangat muda. Meskipun terdapat hubungan yang jelas antara genetika dan patogenesis KS, cara pewarisan yang tepat belum ditentukan secara konklusif. Selain usia dan predisposisi genetik, paparan sinar UV dan genesis virus juga dianggap sebagai faktor risiko untuk KS.
Cara Mengatasi Kutil
Keratosis seboroik bersifat jinak dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Umumnya, pengangkatan keratosis seboroik dilakukan karena alasan kosmetik atau lesi yang terus-menerus teriritasi dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien. Lesi yang mencurigakan, berdarah, tumbuh cepat, atau berubah membawa risiko keganasan yang lebih tinggi dan harus dibiopsi atau diangkat. Pilihan terapi harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Pertimbangan harus mencakup ukuran dan ketebalan lesi, jenis kulit pasien, kecurigaan klinis terhadap keganasan, dan pengalaman klinis dokter.
Para peneliti saat ini sedang mempelajari berbagai jenis agen topikal untuk pengobatan keratosis seboroik. Gel dan krim topikal yang digunakan untuk kondisi kulit hiperkeratosis serta analog vitamin D telah digunakan untuk mengobati lesi ini. Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi atau mengatasi lesi keratosis seboroik, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas obat topikal ini.
Berikut beberapa metode untuk menghilangkan kutil.
-
Krioterapi
Pengobatan yang paling umum dan mudah didapatkan untuk keratosis seboroik adalah krioterapi. Metode ini efektif dan umumnya ditoleransi dengan baik oleh pasien. Metode ini menggunakan nitrogen cair, atau CO2, untuk membekukan atau mencairkan sel target dengan cepat, yang mengakibatkan kematian sel.
-
Elektrodesikasi dan kuretase
Metode lain untuk menghilangkan keratosis seboroik adalah elektrodesikasi dengan atau tanpa kuretase. Proses ini merupakan pilihan lain untuk menghilangkan lesi epidermis superfisial tanpa invasif ke dalam dermis. Teknik ini biasanya memerlukan penggunaan anestesi lokal dan dapat dilakukan di ruang praktik dokter. Metode ini menggunakan kuret untuk mengikis dan menghilangkan jaringan epidermis, diikuti dengan elektrodesikasi dengan unit kauterisasi; ini biasanya dilakukan beberapa kali untuk memastikan pengangkatan jaringan yang terkena secara memadai. Kuretase dan desikasi (C&D) memberikan hasil yang efisien dan umumnya memiliki tingkat komplikasi yang rendah.
-
Terapi Laser Ablatif
Terapi laser adalah pilihan pengobatan non-bedah lain untuk pasien dengan keratosis seboroik. Dua jenis laser digunakan untuk mengobati keratosis seboroik: terapi laser ablatif dan non-ablatif. Terapi laser ablatif meliputi laser YAG dan CO2, dan laser non-ablatif (laser alexandrite 755 nm) telah digunakan untuk tujuan ini. Beberapa studi kecil telah menunjukkan beberapa efektivitas dalam mengobati keratosis seboroik; namun, studi lebih lanjut diperlukan.
-
Biopsi Eksisional
Modalitas lain untuk pengobatan keratosis seboroik adalah eksisi cukur. Biasanya, modalitas pengobatan ini untuk kondisi kulit yang terutama terdapat di epidermis, tanpa melibatkan dermis. Prosedur ini memerlukan anestesi lokal, biasanya lidokain 1% dengan atau tanpa epinefrin, tergantung pada lokasi lesi. Eksisi superfisial dilakukan dengan menggunakan pisau bedah, pisau pengelupas khusus, atau pisau cukur bermata ganda untuk mengangkat irisan tipis jaringan yang mengandung lesi.
Kapan waktu yang tepat untuk pengambilan kutil?
Tidak ada ketentuan atau syarat untuk mengetahui waktu yang tepat. Apabila kutil hanya baru timbul beberapa, tidak cepat membesar dan tidak bertambah banyak dalam waktu yang singkat, maka mungkin belum perlu untuk dilakukan tindakan. Namun, apabila semakin banyak atau bahkan membesar, maka inilah waktu yang tepat untuk segera menentukan treatment apa yang akan diambil.
Apakah akan timbul bekas di wajah setelah treatment pengambilan kutil?
Setelah tindakan pengambilan kutil, akan timbul luka seperti luka pada umumnya. Bekas kutil akan mulai mengering dan mengelupas dengan sendirinya dalam waktu 5-7 hari. Bekas kutil akan sesuai dengan ukuran kutil dan kedalaman kutil sebelumnya, namun semua tergantung dari treatment yang dipilih.
Apa yang bisa kita lakukan agar kutil tidak timbul kembali?
Setelah mencoba salah satu treatment di atas dan wajah sudah bersih dari kutil, maka untuk mencegah/ mengurangi kemungkinan untuk timbul kembali yakni dengan penggunaan sunscreen baik di dalam rumah maupun saat beraktivitas di luar rumah. Penggunaan sunscreen tidak cukup hanya satu kali saat pagi hari, namun perlu dipakai kembali setiap 3-4 jam sekali.
Kesimpulan
Terdapat kutil pada wajah atau area badan yang lain bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Dengan membaca paparan di atas tentunya membantu memudahkan untuk memahami apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi saat timbul kutil. Apabila kalian yang membaca artikel ini mempunyai keluhan yang sama, tidak perlu khawatir atau panik, karena di klinik kami tersedia treatment elektrokauter untuk membantu menghilangkan kutil dengan cepat. Segera konsultasikan dengan dokter kami di klinik Elmaskin.
Ditulis oleh: dr. Fa’izah Ramadhani Sudarko, Aesthetic Doctor Elmaskin Surabaya Barat
Referensi
-
Barthelmann S, Butsch F, Lang BM, Stege H, Großmann B, Schepler H, Grabbe S. 2023. Seborrheic keratosis. J Dtsch Dermatol Ges;21(3):265-277.
-
Greco, M. J., dan Bhutta, B.S. 2025. Seborrheic Keratosis. StatPearls. Tersedia di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545285/ (Diakses: 10 Desember 2025).
-
Panjaitan, A. P., dan Yulisna, L. R. A. 2024. Modalitas Terapi Keratosis Seboroik Menggunakan Elektrodesikasi –Sebuah Laporan Kasus. Assyifa, 2(2):228-233.