Kenali Bahaya Traction Alopecia Akibat Kebiasaan Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Banyak pasien datang ke klinik dengan keluhan rambut yang semakin menipis, terutama di area depan atau garis rambut. Menariknya, kerontokan ini sering kali bukan disebabkan oleh faktor genetik atau usia, melainkan kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, seperti mengikat rambut terlalu kencang atau menggunakan ciput hijab yang terlalu ketat.
Jika Anda sering merasakan kulit kepala terasa tertarik setelah seharian beraktivitas, Anda mungkin sedang mengalami kondisi yang disebut traction alopecia. Kenali kondisi ini dan cara tepat merawatnya agar rambut tetap sehat.
Apa Itu Traction Alopecia?
Traction alopecia adalah jenis kerontokan atau penipisan rambut bertahap yang diakibatkan oleh tekanan atau tarikan berulang pada akar rambut dalam waktu lama. Kondisi ini berbeda dengan kebiasaan mencabut rambut sendiri akibat stres emosional.
Pada tahap awal, kerontokan ini bersifat sementara dan tidak meninggalkan bekas luka. Namun, jika tarikan terus dibiarkan tanpa penanganan, folikel atau akar rambut bisa mengalami kerusakan permanen hingga menyebabkan kebotakan yang sulit disembuhkan.
Penyebab dan Faktor Risikonya
Banyak gaya hidup dan penataan rambut yang tanpa disadari memicu masalah ini. Beberapa di antaranya adalah kebiasaan mengikat rambut model ekor kuda (ponytail), mengepang terlalu rapat, hingga menggunakan sanggul yang sangat ketat. Penggunaan ekstensi rambut (hair extensions) dan rol rambut saat tidur juga menambah beban berat pada akar rambut.
Bagi yang berhijab, pemakaian ciput atau penutup kepala yang diikat terlalu kencang hingga menekan garis rambut menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, proses kimiawi seperti pelurusan (smoothing) atau pewarnaan (bleaching) juga turut berperan. Meski bahan kimia tidak langsung menyebabkan kebotakan, proses tersebut membuat batang rambut menjadi sangat rapuh dan mudah patah saat terkena tarikan.
Bagaimana Kebotakan Ini Bisa Terjadi?
Tarikan yang terjadi terus-menerus akan memberikan tekanan langsung pada akar rambut. Sebagai respons awal, kulit kepala akan mengalami peradangan yang ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, perih, dan kadang muncul benjolan kecil bernanah.
Akibat trauma fisik ini, rambut yang seharusnya masih dalam masa pertumbuhan dipaksa untuk rontok lebih awal. Akar rambut secara perlahan menyusut, sehingga helai yang tumbuh baru menjadi sangat halus. Jika terus dibiarkan hingga tahap lanjut, akar rambut akan rusak secara permanen dan digantikan oleh jaringan parut. Area kulit kepala tersebut akan menjadi licin, mengilap, dan kehilangan kemampuan menumbuhkan rambut.
Tanda dan Pola Penipisan Rambut
Secara umum, penipisan akibat tarikan ini memiliki pola khas yang mudah dikenali. Kerontokan paling sering terjadi di sepanjang garis batas rambut, terutama pada area dahi, pelipis, dan sekitar telinga atau tengkuk. Ciri uniknya adalah masih tersisanya sedikit pita rambut halus di bagian terdepan garis rambut. Selain itu, kebotakan juga bisa muncul dalam bentuk bercak-bercak (patchy) di tengah kulit kepala, terutama pada area tempat jepit rambut atau ikatan kepangan menempel erat.
Cara Penanganan dan Perawatan Klinik
Kabar baiknya, traction alopecia sangat mungkin diatasi jika terdeteksi sejak dini. Langkah pertama dan paling wajib dilakukan adalah menghentikan atau melonggarkan semua gaya rambut yang menarik kulit kepala. Untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, perawatan medis di klinik sangat disarankan. Dokter dapat meresepkan serum topikal untuk merangsang sirkulasi pertumbuhan rambut, serta obat antiperadangan jika kulit kepala masih mengalami iritasi. Tersedia juga terapi modern seperti PRP (platelete rich plasma) terbukti mampu merangsang aktivitas folikel rambut yang melemah.
Tips Mencegah Rambut Rontok Akibat Tarikan
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Langkah sederhana pertama adalah variasikan gaya rambut Anda secara berkala agar tekanan tidak bertumpu pada satu titik yang sama. Gunakan ikat rambut berbahan lembut seperti satin atau sutra (scrunchies).
Bagi Anda yang berhijab, pilihlah bahan ciput yang sejuk dan menyerap keringat (breathable). Hindari karet ketat tepat di garis rambut, dan rutinlah menggeser posisi ciput agak ke belakang. Biasakan juga untuk segera melepas ikatan rambut saat tiba di rumah, berikan pijatan lembut di kulit kepala, serta gunakan sisir bergigi jarang.
Rahasia rambut yang sehat dan lebat sebenarnya sederhana: rawatlah dengan lembut dan hindari tarikan berlebihan yang membebani akar rambut. Mengubah kebiasaan menata rambut sejak dini dapat mencegah kerusakan folikel dan kebotakan permanen di kemudian hari. Untuk mengetahui perawatan yang sesuai bagi masalah rambut dan kulit kepala Anda, konsultasikan dengan dokter di Elmaskin.
Ditulis oleh dr. Caren S. Theresia, dokter praktek Elmaskin Surabaya.
Referensi:
- Billero, V., & Miteva, M. (2018). Traction alopecia: The root of the problem. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 11, 149–159.
- British Association of Dermatologists. (2019, Februari). Traction alopecia
- Castelo-Soccio, L., Dhinsa, H., & Lombillo, V. (2024). Hair styles and traction alopecia. Pediatric Dermatology, 41(6). Society for Pediatric Dermatology.
- Deepika, P. (2014). Traction alopecia: A review. Journal of Global Trends in Pharmaceutical Sciences, 5(1), 1380–1387.
- Heath, C. R., & Taylor, S. C. (2012). Alopecia in an ophiasis pattern: Traction alopecia versus alopecia areata. Cutis, 89(5), 213–216.
- Larrondo, J., & McMichael, A. J. (2023). Traction alopecia. JAMA Dermatology, 159(6), 676.
- Levinbook, W. S., & McKoy, K. (2024, April). Alopecia (rambut rontok).
- Syed, H. A., & Kaliyadan, F. (2025). Traction alopecia. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470434/