Seiring bertambahnya usia, kulit dan otot pada area wajah serta leher mengalami perubahan alami. Kulit mulai kehilangan elastisitas, garis rahang tampak kurang tegas, dan area leher terlihat lebih kendur. Kondisi ini sering membuat seseorang merasa wajah tampak lebih tua atau lelah. Salah satu prosedur estetika non-bedah yang kini semakin populer untuk membantu mengatasi masalah tersebut adalah Botox Nefertiti Lift. Teknik ini dinamakan dari Ratu Nefertiti dari Mesir kuno yang dikenal memiliki garis rahang dan leher yang panjang serta tegas.
Botox Nefertiti menjadi pilihan banyak orang karena prosedurnya relatif cepat, minim downtime, dan dapat memberikan efek wajah bagian bawah serta leher yang terlihat lebih kencang tanpa operasi. Tindakan ini banyak digunakan untuk memperbaiki kontur rahang, mengurangi tarikan otot leher, dan memberikan efek lifting ringan pada wajah bagian bawah.
Definisi
Botox Nefertiti adalah prosedur penyuntikan botulinum toxin tipe A pada otot platysma, yaitu otot tipis yang membentang dari rahang bawah hingga leher. Otot ini berperan dalam menarik sudut mulut dan kulit leher ke bawah. Ketika aktivitas otot platysma terlalu dominan akibat proses penuaan, garis rahang dapat tampak turun dan leher terlihat lebih kendur. Penyuntikan botox bertujuan merelaksasi otot tersebut sehingga tarikan ke bawah berkurang dan area rahang tampak lebih terangkat. Teknik ini termasuk prosedur estetika minimal invasif karena tidak memerlukan pembedahan ataupun masa pemulihan panjang.
Tujuan dan Fungsi
Botox Nefertiti memiliki beberapa manfaat estetika yang cukup diminati, antara lain:
-
Membuat garis rahang lebih tegas
Relaksasi otot platysma membantu mengurangi tarikan ke bawah pada area wajah bagian bawah sehingga kontur rahang tampak lebih jelas.
-
Memberikan efek lifting ringan
Botox dapat menciptakan efek wajah bawah yang terlihat sedikit terangkat tanpa tindakan operasi.
-
Mengurangi tampilan leher kendur
Pada beberapa orang, otot platysma tampak sebagai garis vertikal di leher (platysmal band). Botox membantu membuat garis tersebut lebih samar.
-
Membantu wajah terlihat lebih segar dan muda
Perbaikan kontur rahang dan leher dapat memberikan tampilan wajah yang lebih proporsional dan rejuvenated.
-
Prosedur cepat dengan downtime minimal
Tindakan biasanya hanya berlangsung sekitar 15–30 menit dan pasien dapat kembali beraktivitas ringan setelah prosedur.
Mekanisme Kerja
Botulinum toxin bekerja dengan menghambat pelepasan asetilkolin, yaitu zat penghantar sinyal saraf ke otot. Ketika sinyal ini terhambat, otot menjadi lebih rileks dan kontraksinya berkurang. Pada teknik Nefertiti, botox disuntikkan ke beberapa titik di sepanjang otot platysma dan area rahang bawah. Setelah otot yang menarik wajah ke bawah menjadi lebih rileks, otot wajah bagian atas bekerja lebih dominan sehingga muncul efek lifting ringan pada rahang dan leher. Selain itu, garis-garis vertikal pada leher juga dapat tampak lebih halus karena aktivitas otot berkurang.
Hasil
Hasil Botox Nefertiti tidak langsung terlihat sesaat setelah tindakan. Umumnya:
-
Efek awal mulai tampak dalam 3–7 hari
-
Hasil lebih jelas terlihat dalam 2–4 minggu
-
Efek maksimal biasanya terlihat setelah sekitar 1 bulan
Durasi hasil rata-rata bertahan sekitar 4–6 bulan, tergantung kondisi kulit, kekuatan otot, metabolisme tubuh, dan gaya hidup pasien. Pada beberapa orang, hasil dapat bertahan lebih lama bila perawatan dilakukan rutin. Untuk mempertahankan hasil, prosedur biasanya dapat diulang setiap 4–6 bulan sesuai evaluasi dokter.
Pantangan dan Perawatan Setelah Botox Nefertiti
Agar hasil lebih optimal dan risiko efek samping berkurang, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah tindakan Botox Nefertiti:
-
Hindari memijat area suntikan
Selama 24 jam pertama, jangan menekan atau memijat area leher dan rahang agar botox tidak berpindah ke otot lain.
-
Jangan langsung berbaring
Pasien disarankan tetap dalam posisi tegak selama sekitar 4 jam setelah tindakan.
-
Hindari olahraga berat sementara
Aktivitas fisik intens sebaiknya ditunda selama 24 jam pertama untuk mengurangi risiko pembengkakan dan memar.
-
Hindari sauna dan paparan panas berlebihan
Panas berlebih dapat memengaruhi area suntikan dan meningkatkan iritasi sementara.
-
Tidak melakukan facial atau treatment leher terlebih dahulu
Perawatan seperti pijat wajah, facial, atau alat radiofrekuensi sebaiknya ditunda beberapa hari.
-
Hindari konsumsi alkohol berlebihan
Alkohol dapat meningkatkan kemungkinan memar pada area suntikan.
Efek samping ringan yang dapat muncul biasanya berupa kemerahan, nyeri ringan, atau memar kecil di titik suntikan. Pada kasus jarang, dapat terjadi rasa lemah sementara pada otot leher bila penyuntikan tidak dilakukan dengan teknik yang tepat. Oleh karena itu, tindakan sebaiknya dilakukan oleh dokter yang berpengalaman di bidang estetika medis.
Kesimpulan
Botox Nefertiti merupakan suatu prosedur estetika non-bedah yang bertujuan memperbaiki kontur rahang dan leher dengan merelaksasi otot platysma. Teknik ini dapat membantu memberikan efek lifting ringan, membuat garis rahang tampak lebih tegas, serta mengurangi tampilan leher kendur. Hasil biasanya mulai terlihat dalam beberapa hari hingga minggu setelah tindakan dan bertahan sekitar 4–6 bulan. Karena prosedurnya cepat dan minim downtime, Botox Nefertiti menjadi salah satu pilihan populer bagi orang yang ingin tampilan wajah bawah dan leher lebih muda tanpa operasi. Meski relatif aman, tindakan ini tetap memerlukan evaluasi dan teknik penyuntikan yang tepat oleh tenaga medis profesional agar hasil optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan. Apabila kalian yang membaca atau orang terdekatmu mempunyai keluhan yang sama, ingin memperbaiki, menjaga serta merawat area rahang dan leher yang mulai tampak kendur, namun masih ragu dengan berbagai risiko dan efek sampingnya, kalian bisa segera konsultasikan keluhanmu dengan dokter kami di Elmaskin Aesthetic and Anti Aging Clinic.
Ditulis oleh: dr. Fa’izah Ramadhani Sudarko, dokter praktek Elmaskin Surabaya Barat
Daftar Referensi
-
Hu H, Kim SB, Wan J, Chan LKW, Lee AKW, Sydorchuk O, et al. Anatomical guidelines and technical tips for neck aesthetics with botulinum toxin. Semin Plast Surg. 2024;51(5):447–458. doi:10.1055/s-0044-1788284.
-
Kassir M, Babaei M, Hasanzadeh S, Tavirani MR, Razzaghi Z, Robati RM. Botulinum toxin applications in the lower face and neck: A comprehensive review. J Cosmet Dermatol. 2024;23(4):1205–1216. doi:10.1111/jocd.16116.
-
Kassir M, Babaei M, Hasanzadeh S, Tavirani MR, Razzaghi Z, Robati RM. Advances in minimally invasive neck rejuvenation using botulinum toxin. J Cosmet Dermatol. 2024;23(4):1205–1216. doi:10.1111/jocd.16116.
-
Sirisuthivoranunt S, Wongdama S, Phumariyapong P, Nokdhes YN, Thongjaroensirikul P, Techapichetvanich T, et al. Comparative study on the duration and efficacy of various botulinum toxin type A injections for reducing masseteric muscle bite force and treating facial wrinkles. Dermatol Ther (Heidelb). 2024;14(5):1315–1325. doi:10.1007/s13555-024-01177-1.
-
Sundaram H, Signorini M, Liew S, Trindade de Almeida AR, Wu Y, Braz AV, et al. Global aesthetics consensus: Botulinum toxin type A—evidence-based review, emerging concepts, and consensus recommendations for aesthetic use, including updates on complications. Plast Reconstr Surg. 2016;137(3):518e–529e.doi:10.1097/01.PRS.0000475758.63709.23.