Hiperpigmentasi gara-gara jerawat, bisa dicegah gak sih?

Hiperpigmentasi gara-gara jerawat, bisa dicegah gak sih? - elmaskin.id

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami oleh remaja maupun orang dewasa. Meskipun jerawat dapat sembuh, sering kali jerawat meninggalkan bekas kehitaman pada kulit yang disebut hiperpigmentasi pasca jerawat. Bagi banyak orang, bekas kehitaman ini bahkan lebih mengganggu dibandingkan jerawat itu sendiri karena dapat bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. 

Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), yaitu perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap setelah terjadi peradangan pada kulit, seperti jerawat. Kondisi ini cukup sering terjadi terutama pada individu dengan warna kulit yang lebih gelap atau pada kulit yang mudah mengalami produksi pigmen berlebih. Meskipun tidak berbahaya, hiperpigmentasi bekas jerawat dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya, bagaimana proses terjadinya, serta cara penanganan dan pencegahannya.


Definisi Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi bekas jerawat adalah perubahan warna kulit menjadi lebih gelap setelah jerawat sembuh, tanpa adanya perubahan tekstur kulit. Berbeda dengan bekas jerawat yang berupa cekungan atau jaringan parut, hiperpigmentasi hanya memengaruhi warna kulit. 

Bekas ini biasanya tampak sebagai:

  • noda cokelat

  • kehitaman

  • kemerahan atau keunguan pada kulit

Warna tersebut dapat berbeda-beda tergantung pada jenis kulit dan kedalaman pigmentasi yang terjadi.


Penyebab Hiperpigmentasi

Bekas kehitaman setelah jerawat muncul terutama karena adanya peradangan pada kulit. Ketika jerawat meradang, tubuh akan merespons dengan memicu berbagai proses penyembuhan yang dapat memengaruhi produksi pigmen kulit.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hiperpigmentasi antara lain:

  1. Peradangan jerawat yang cukup berat

Jerawat yang meradang, seperti papul, pustul, atau nodul, dapat merusak jaringan kulit dan memicu produksi pigmen berlebih.

  1. Kebiasaan memencet jerawat

Memencet atau menggaruk jerawat dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas kehitaman.

  1. Paparan sinar matahari

Sinar ultraviolet (UV) dapat merangsang produksi melanin sehingga membuat bekas jerawat menjadi lebih gelap.

  1. Jenis kulit

Individu dengan warna kulit lebih gelap (Fitzpatrick III–VI) lebih rentan mengalami hiperpigmentasi karena aktivitas sel penghasil pigmen lebih tinggi. 


Proses Terjadinya Hiperpigmentasi

Kulit memiliki sel yang disebut melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen kulit (melanin). Ketika terjadi jerawat yang meradang, tubuh akan melepaskan berbagai zat inflamasi. Zat-zat ini dapat merangsang melanosit untuk menghasilkan melanin lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, pigmen melanin akan menumpuk di area bekas jerawat sehingga kulit terlihat lebih gelap. Dalam beberapa kasus, pigmen dapat masuk lebih dalam ke lapisan kulit sehingga noda kehitaman dapat bertahan lebih lama.


Tatalaksana Hiperpigmentasi Bekas Jerawat

Penanganan hiperpigmentasi bertujuan untuk mengurangi produksi melanin dan mempercepat regenerasi kulit. Biasanya terapi dilakukan secara bertahap dan sering kali membutuhkan kombinasi perawatan.

Beberapa pilihan terapi yang umum digunakan antara lain:

  1. Skincare topikal

Perawatan topikal sering menjadi langkah awal terapi, misalnya:

  1. Retinoid untuk mempercepat regenerasi sel kulit

  2. Hydroquinone sebagai agen pencerah kulit

  3. Azelaic acid dan niacinamide untuk menghambat produksi melanin

  4. Vitamin C untuk membantu mencerahkan kulit


  1. Chemical peeling

Chemical peeling menggunakan bahan seperti glycolic acid atau TCA untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit.


  1. Laser dan energy-based devices

Teknologi seperti laser atau perangkat berbasis energi dapat membantu memecah pigmen dan memperbaiki warna kulit secara bertahap.


  1. Microneedling dan kombinasi terapi

Dalam praktik dermatologi estetika, terapi kombinasi sering memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan satu metode saja. 


Cara Mencegah Hiperpigmentasi Bekas Jerawat

Pencegahan merupakan langkah yang sangat penting untuk mengurangi risiko terbentuknya bekas jerawat kehitaman.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengobati jerawat sejak dini.

  2. Menghindari memencet atau menggaruk jerawat.

  3. Menggunakan sunscreen setiap hari.

  4. Menggunakan produk skincare yang sesuai dengan jenis kulit.

  5. Berkonsultasi dengan dokter jika jerawat sering meradang.

Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat memperparah hiperpigmentasi, sehingga penggunaan tabir surya secara rutin sangat dianjurkan.


Tips Agar Jerawat Tidak Meninggalkan Bekas

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mencegah terbentuknya bekas kehitaman setelah jerawat:

  1. Jangan memencet jerawat sendiri.

  2. Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari.

  3. Gunakan produk skincare yang lembut dan tidak menyumbat pori.

  4. Hindari penggunaan produk yang terlalu keras pada kulit.

  5. Lakukan perawatan kulit secara rutin dan konsisten.

Jika jerawat sering meradang atau meninggalkan bekas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Kesimpulan

Hiperpigmentasi/ bekas jerawat kehitaman merupakan perubahan warna kulit menjadi lebih gelap setelah jerawat sembuh. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan produksi melanin yang dipicu oleh proses peradangan pada kulit. Meskipun tampak sepele, namun bekas jerawat kehitaman dapat mengganggu penampilan dan membutuhkan waktu cukup lama untuk memudar. Penanganan dapat dilakukan melalui berbagai metode seperti penggunaan skincare topikal, chemical peeling, maupun terapi laser.

Namun, langkah yang paling penting yakni dengan mencegah terbentuknya bekas jerawat, yaitu dengan mengobati jerawat sejak dini, tidak memencet jerawat, serta menggunakan sunscreen secara rutin. Apabila kamu mempunyai keluhan yang sama dan ingin segera membasmi noda-noda kehitaman di wajah, segera datang dan konsultasikan keluhanmu dengan dokter kami di Elmaskin Aesthetic and Anti Aging Clinic.


Ditulis oleh: dr. Fa’izah Ramadhani Sudarko, dokter praktek Elmaskin Surabaya Barat