Hasil Botox dalam Menghilangkan Kerutan
Banyak pasien datang ke klinik dengan keluhan yang sama, yaitu mulai munculnya kerutan di dahi, garis di antara kedua alis, atau kerutan di sudut mata saat tersenyum. Tidak sedikit yang khawatir wajah akan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Salah satu perawatan yang paling banyak dipilih untuk mengatasi masalah ini adalah Botox karena hasilnya alami, cepat terlihat, dan tidak memerlukan waktu pemulihan yang lama.
Kenali Dua Jenis Kerutan
Sebelum menjalani Botox, penting untuk memahami bahwa kerutan terbagi menjadi dua jenis, yaitu kerutan dinamis dan kerutan statis. Kerutan dinamis muncul saat otot wajah bergerak, misalnya ketika tersenyum, tertawa, mengernyit, atau mengangkat alis.
Sebaliknya, kerutan statis adalah garis yang tetap terlihat meskipun wajah sedang dalam keadaan rileks. Kerutan statis biasanya terbentuk akibat kontraksi otot yang terjadi berulang selama bertahun-tahun dan tidak dirawat, ditambah berkurangnya kolagen dan elastisitas kulit seiring proses penuaan.
Botox Bekerja pada Kerutan Dinamis dan Mencegah Kerutan Menjadi Permanen
Botox bekerja dengan merilekskan otot-otot wajah yang menyebabkan kerutan dinamis, sehingga garis-garis yang muncul saat berekspresi dapat berkurang secara signifikan. Karena gerakan otot menjadi lebih ringan, kulit juga tidak terus-menerus mengalami lipatan yang sama setiap hari. Inilah alasan mengapa Botox tidak hanya menghilangkan kerutan dinamis, tetapi juga membantu mencegah terbentuknya kerutan statis yang lebih dalam di kemudian hari. Hasil perawatan biasanya mulai terlihat dalam waktu 4–7 hari setelah tindakan, dengan efek yang dapat bertahan sekitar 4–6 bulan, tergantung kondisi kulit, kekuatan otot, dan aktivitas masing-masing individu.
Hasil Botox yang Dapat Terlihat
Pada foto before dan after yang ditampilkan, terlihat perubahan yang nyata setelah tindakan Botox. Kerutan di dahi tampak jauh berkurang, garis di antara kedua alis (frown lines) menghilang sehingga wajah terlihat lebih rileks, dan kerutan di sudut mata (crow’s feet) saat tersenyum juga tampak memudar. Selain mengatasi kerutan, Botox juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti memperbaiki gummy smile (gusi yang terlalu terlihat saat tersenyum), membantu mencegah wajah tampak melorot akibat tarikan otot tertentu, serta memperbaiki kondisi drop nose sehingga bentuk hidung terlihat lebih proporsional tanpa tindakan operasi.
Agar Hasil Botox Bertahan Lebih Optimal
Meskipun efek Botox dapat bertahan selama beberapa bulan, kualitas kulit tetap memegang peranan penting dalam mempertahankan hasil yang optimal. Oleh karena itu, Botox sering dikombinasikan dengan perawatan lain seperti chemical peeling, laser, atau skin booster untuk membantu menjaga elastisitas, hidrasi, dan kesehatan kulit. Kombinasi perawatan yang tepat akan memberikan hasil yang lebih menyeluruh, sehingga kulit tidak hanya tampak lebih halus, tetapi juga lebih sehat dan awet muda. Jika Anda ingin mengetahui apakah Botox merupakan pilihan yang tepat untuk kondisi kulit Anda, konsultasikan dengan dokter di Elmaskin agar mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai.
Ditulis oleh:
dr. Linda Purwasih, M.H., M.Kes-Est
Head Doctor Elmaskin Aesthetic Clinic
Referensi:
- Carruthers J, Carruthers A. Botulinum Toxin Type A Treatment of Facial Rhytides. Dermatologic Surgery. 2005;31(Suppl 7):S115–S124.
- Sundaram H, Signorini M, Liew S, et al. Global Aesthetics Consensus: Botulinum Toxin Type A—Evidence-Based Review and Recommendations. Plastic and Reconstructive Surgery. 2016.
- American Society for Dermatologic Surgery (ASDS). Botulinum Toxin for Facial Wrinkles. 2023.