Cegah Penuaan Dini dengan Menggunakan Moisturizer

Cegah Penuaan Dini dengan Menggunakan Moisturizer - elmaskin.id

Seringkali kaum wanita merasa cukup dengan memakai serum dan krim malam setiap sebelum tidur. Krim malam dianggap kunci dari skincare untuk mencerahkan kulit dan mencegah penuaan dini. Namun, ini pernyataan yang kurang tepat. Semakin bertambahnya usia, kandungan kolagen dalam kulit akan berkurang yang mana akan mempengaruhi kemampuan kulit untuk terus menjaga kelembapan. Sehingga, apakah cukup dengan penggunaan sunscreen, serum, serta krim malam?

Jawabannya, tentu saja “tidak”. Sunscreen perlu dilengkapi dengan pengunaan moisturizer. Moisturizer termasuk bagian penting dalam perawatan kulit karena kemampuannya untuk meningkatkan hidrasi kulit. Kemampuan moisturizer untuk meningkatkan hidrasi kulit dapat diukur dengan parameter subjektif dan objektif. Fungsi moisturizer adalah mengembalikan kemampuan lapisan ganda lipid antarsel untuk menyerap, menahan, dan mendistribusikan kembali air.

Pertahanan Alami Kulit

Kulit merupakan organ vital yang membentuk barrier antara tubuh dan lingkungan luar, membentuk lapisan dengan stratum korneum sebagai lapisan terluarnya. Stratum korneum adalah jaringan tipis dengan ketebalan sekitar 20 μm yang berfungsi melindungi barrier kulit. Kulit dapat melindungi dari faktor eksternal seperti paparan bahan kimia, radiasi ultraviolet, dan mikroorganisme. Fungsi ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh, mencegah zat luar masuk dan mengatur penguapan air dari tubuh.

Namun, dengan adanya berbagai faktor eksternal seperti udara kering, radiasi ultraviolet, serta faktor internal seperti penuaan dan stres nantinya akan mengganggu fungsi fisiologis stratum korneum, gangguan lipid, dan transepidermal water loss (TEWL), yang menyebabkan hipersensitivitas terhadap berbagai rangsangan. Kulit mengandung pelembap alami yang dikenal sebagai faktor pelembap alami (natural moisturizing factor/NMF). NMF membantu menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat dan mencegah masalah kulit dengan menyerap air. Namun, jika NMF tidak cukup untuk menjaga kelembapan kulit, perlindungan tambahan diperlukan yakni dengan tambahan moisturizer dari luar.

Mekanisme Kerja dan Fungsi Moisturizer

Fungsi utama moisturizer adalah menjaga kelembapan. Ketika barrier kulit rusak, kehilangan air harus ditekan terlebih dahulu untuk mengembalikan barrier normal. Selain itu, moisturizer membantu menjaga dan memulihkan fleksibilitas kulit dengan menghalangi penguapan kelembapan, dan mendorong pengelupasan sel-sel kulit mati yang merata untuk menjaga permukaan kulit tetap halus. Ketika moisturizer berfungsi dengan baik di kulit, kulit mempertahankan homeostasis meskipun terjadi perubahan lingkungan eksternal, sehingga stratum korneum dapat mempertahankan hidrasi yang tepat. 

Setelah pelembap diaplikasikan pada kulit yang rusak, lapisan pelindung kulit dipulihkan melalui proses empat langkah berikut:

  • Komponen berminyak dari pelembap menciptakan lapisan tipis pada kulit, dan perbaikan lapisan pelindung dimulai; 

  • Koefisien distribusi kelembapan kulit berubah; 

  • Kelembapan berdifusi dari dermis ke epidermis; 

  • Distribusi air ke epidermis dikendalikan oleh sintesis lipid kulit dan sekresi lipid antarsel.

Jenis Moisturizer

  1. Moisturizer Oklusif

Pelembap oklusif mencegah penguapan air atau mengurangi kehilangan air transepidermal (TEWL) dari kulit dengan membentuk penghalang. Penghalang ini memungkinkan pengisian kembali kadar air stratum korneum oleh lapisan epidermis dan dermis yang lebih dalam. Salah satu contoh pelembab oklusif adalah petrolatum. Petrolatum termasuk pelembab paling efektif, mengurangi kehilangan air melalui epidermis hingga hampir 99%.

  1. Moisturizer Humektan

Humektan adalah senyawa yang menarik dan mengikat air. Beberapa zat ini, seperti urea, terdapat secara endogen dan membentuk NMF. Humektan dapat menghidrasi kulit jika kelembapannya lebih dari 70%. Namun, yang lebih umum, humektan menarik air dari epidermis dan dermis yang lebih dalam. Beberapa humektan dapat meningkatkan TEWL dan memperparah kekeringan kulit tanpa penggunaan pelembap oklusif secara bersamaan. Asam alfa-hidroksi (AHA) merupakan kelompok molekul humektan penting yang sering digunakan sebagai agen pelembap dan dalam kosmetik. AHA meliputi asam glikolat dan asam laktat.

  1. Emolien

Emolien adalah klasifikasi bahan lain yang umum ditemukan dalam pelembap. Emolien merupakan molekul yang memungkinkan dua zat yang tidak bercampur berada dalam satu fase. Molekul-molekul tersebut biasanya berupa rantai karbon panjang dengan gugus polar. Pengemulsi yang umum digunakan adalah asam lemak, seperti asam stearat.


Cara Memilih Moisturizer berdasarkan Tipe Kulit

  1. Kulit Kering

Orang dengan kulit kering perlu mencari pelembap yang mengandung bahan-bahan yang kaya dan menutrisi seperti shea butter, ceramide, dan gliserin. Tipe kulit kering harus menghindari penggunaan pelembap ringan atau berbasis gel, karena mungkin tidak memberikan hidrasi yang cukup untuk kulit yang sangat kering. Pelembap dengan konsistensi yang lebih kental, seperti krim atau salep, membantu mengunci kelembapan.

  1. Kulit Berminyak

Orang dengan kulit berminyak harus memilih pelembap yang ringan dan bebas minyak, karena produk yang berat atau berminyak dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Tipe kulit berminyak harus mencari pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti asam hialuronat atau gliserin, yang menghidrasi tetapi tidak berminyak. Perlu dipertimbangkan penggunaan pelembap berbahan dasar gel, yang cenderung lebih ringan dan lebih mudah diserap.

  1. Kulit Kombinasi

Orang dengan kulit kombinasi sebaiknya memilih pelembap yang ringan, bebas minyak, dan tetap cukup melembapkan untuk mengatasi kekeringan. Mereka perlu mencari pelembap yang menggabungkan humektan dan agen oklusif, seperti gliserin dan dimetikon, untuk memberikan hidrasi seimbang tanpa menyumbat pori-pori.

  1. Kulit Sensitif

Orang dengan kulit sensitif sebaiknya mencari pelembap yang bebas pewangi dan hipoalergenik, karena cenderung tidak menyebabkan iritasi. Mereka sebaiknya memilih pelembap yang mengandung bahan-bahan yang menenangkan seperti lidah buaya atau chamomile dan menghindari produk yang mengandung bahan kimia keras atau pengawet.

  1. Kulit pada Usia Lanjut (Mature Skin)

Seiring bertambahnya usia, kulit kita cenderung menjadi lebih kering dan tipis. Pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti retinol atau peptida dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi garis-garis halus dan kerutan. Orang lanjut usia sebaiknya memilih pelembab dengan konsistensi yang lebih kaya, seperti krim atau salep, untuk memberikan hidrasi yang lebih dalam.

Kunci Kelembapan Kulit

Memakai moisturizer dapat menjaga kelembapan kulit, namun tidak semua permasalahan kulit bisa diatasi dengan penggunaan moisturizer serta rangkaian skincare lainnya. Aktivitas yang padat, mobilitas tinggi baik indoor maupun outdoor, ditambah dengan usia yang terus bertambah, tentu perlu perawatan lebih agar kelembapan kulit terus terjaga dengan baik. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah skin booster. Cara kerja skin booster dengan merangsang produksi kolagen sehingga dapat meningkatkan hidrasi, kelembapan, dan elastisitas kulit. 

Kesimpulan

Kunci dari kulit yang sehat dan lembap adalah penggunaan moisturizer setiap hari. Moisturizer dapat menjaga hidrasi kulit, memperkuat skin barrier serta mencegah penuaan dini. Apabila dengan penggunaan moisturizer kulit masih terasa kering, ini tandanya butuh perawatan lebih lanjut. Agar tidak salah pilih perawatan yang sesuai dengan masalah kulit kamu, tidak perlu ragu lagi, segera konsultasikan dengan dokter kami di Elmaskin.

Ditulis oleh: dr. Fa’izah Ramadhani Sudarko, dokter praktek Elmaskin Surabaya Barat

Referensi

  1. Ainurofiq, A., et.al., 2023. Characterization  and  application  of  moisturizer  in skin treatment: A review. Journal of Pakistan Association of Dermatologists, 33(4), 1602-1613.

  2. Harwood, A., Nassereddin, A., dan Krishnamurthy, K. 2025. Moisturizers. StatPearls. Tersedia di  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545171/ (Diakses: 3 September 2025).

  3. Kang, S.Y., et. al., 2022. Moisturizer in Patients with Infalammatory Skin Diseases. MDPI, 58(7), 888.

  4. Mawazi, S.M., et. al., 2022. A Review of Moisturizers; History, Preparation, Characterization, and Applications. MDPI, 9(3), 61.