Bekas Kehitaman Setelah Peeling Ini Bisa Hilang Gak Ya?

Bekas Kehitaman Setelah Peeling Ini Bisa Hilang Gak Ya?

Chemical peeling merupakan salah satu prosedur yang sering digunakan dalam praktik estetika untuk mengatasi jerawat, kusam, hingga hiperpigmentasi. Namun, tidak sedikit pasien yang justru mengeluhkan munculnya bekas kehitaman setelah tindakan peeling. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran, bahkan membuat pasien ragu untuk melanjutkan perawatan. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Ini normal gak ya? Bisa hilang atau permanen?”

Jawabannya: dalam sebagian besar kasus, kondisi ini bisa hilang. Namun, perlu pemahaman yang tepat mengenai penyebab dan cara penanganannya agar tidak semakin memburuk.

Definisi

Bekas kehitaman setelah peeling umumnya disebut sebagai post-inflammatory hyperpigmentation (PIH). PIH adalah kondisi peningkatan produksi melanin akibat proses inflamasi pada kulit, sehingga muncul warna cokelat hingga kehitaman pada area tertentu. 

Kondisi ini merupakan efek samping yang cukup dikenal setelah prosedur estetika seperti chemical peel, laser, maupun tindakan lain yang menyebabkan iritasi atau “controlled injury” pada kulit. 

Penyebab

Munculnya bekas kehitaman setelah peeling biasanya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor berikut:

  1. Inflamasi akibat prosedur

Chemical peeling bekerja dengan cara mengeksfoliasi lapisan kulit menggunakan bahan kimia. Proses ini memicu inflamasi ringan hingga sedang, yang pada beberapa individu dapat merangsang produksi melanin berlebih. 

  1. Konsentrasi peeling yang terlalu kuat

Penggunaan bahan dengan konsentrasi tinggi atau waktu aplikasi yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko iritasi berlebih dan memicu PIH. 

  1. Paparan sinar UV setelah tindakan

Paparan sinar matahari tanpa proteksi setelah peeling adalah salah satu penyebab paling sering. UV akan memperparah produksi melanin sehingga bekas menjadi lebih gelap. 

  1. Tipe kulit lebih gelap

Individu dengan fototipe kulit III–VI memiliki risiko lebih tinggi mengalami PIH karena aktivitas melanosit yang lebih tinggi. 

  1. Perawatan pasca peeling yang tidak tepat

Tidak menggunakan sunscreen, terlalu cepat memakai bahan aktif, atau bahkan mengelupas kulit secara paksa dapat memperparah inflamasi.

Tatalaksana

Kabar baiknya, bekas kehitaman setelah peeling umumnya bersifat sementara dan bisa memudar, meskipun membutuhkan waktu dan terapi yang tepat.

  1. Terapi topikal depigmentasi

Terapi lini pertama meliputi:

  1. Hydroquinone → menghambat produksi melanin 

  2. Azelaic acid → anti-inflamasi dan mencerahkan 

  3. Kojic acid / arbutin → alternatif pencerah 

Topikal ini terbukti efektif sebagai terapi utama PIH dalam berbagai studi dermatologi. 

  1. Retinoid

Retinoid membantu mempercepat turnover sel kulit sehingga pigmen lebih cepat terangkat.

  1. Chemical peeling ulang (dengan kontrol ketat)

Menariknya, peeling ringan justru dapat digunakan kembali sebagai terapi bekas kehitaman, tetapi harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan persiapan kulit yang baik. 

  1. Laser dan light-based therapy

Modalitas seperti laser Q-switched atau IPL dapat membantu memecah pigmen pada kasus yang lebih stubborn.

  1. Waktu dan regenerasi alami kulit

Sebagian PIH akan memudar secara alami, terutama yang berada di lapisan epidermis. Namun, proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan. 

Tips dan Trik Agar Cepat Memudar

  1. Wajib sunscreen setiap hari

Ini adalah langkah paling penting. Tanpa sunscreen, semua terapi akan kurang efektif.

  1. Hindari skincare yang terlalu keras

Stop sementara penggunaan exfoliating acid, scrub, atau retinoid kuat sampai kulit benar-benar pulih.

  1. Fokus pada barrier repair

Gunakan moisturizer dengan kandungan seperti ceramide, panthenol, atau centella asiatica.

  1. Jangan mengelupas kulit secara paksa

Biarkan proses peeling berjalan alami untuk mencegah inflamasi tambahan.

  1. Pre-treatment sebelum peeling berikutnya

Pada pasien berisiko tinggi, penggunaan agen depigmentasi sebelum peeling dapat menurunkan risiko PIH.

  1. Edukasi pasien sejak awal

Pasien perlu memahami bahwa peeling bukan tanpa risiko, dan hasil optimal membutuhkan kombinasi terapi serta kepatuhan perawatan.

Kesimpulan

Bekas kehitaman setelah peeling umumnya merupakan post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), yaitu respons kulit terhadap inflamasi. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada kulit dengan risiko tinggi atau perawatan pasca tindakan yang kurang optimal. Kabar baiknya, PIH bisa hilang, meskipun membutuhkan waktu dan terapi yang tepat. Penanganan meliputi kombinasi skincare depigmentasi, proteksi UV, hingga tindakan medis jika diperlukan.

Sebagai dokter estetika, penting untuk melakukan seleksi pasien, teknik tindakan yang tepat, serta edukasi menyeluruh agar risiko ini dapat diminimalkan dan hasil perawatan tetap optimal. Apabila kalian yang membaca artikel ini mempunyai keluhan yang sama dan ingin mendapat solusi yang sesuai, segera konsultasi ke klinik dokter kami di Elmaskin Aesthetic and Anti Aging Clinic.

Ditulis oleh: dr. Fa’izah Ramadhani Sudarko, dokter praktek Elmaskin Surabaya Barat

Daftar Referensi

  1. Kashetsky N, et al. Post-inflammatory hyperpigmentation: A systematic review of treatment outcomes. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2024. 

  2. Mar K, et al. Treatment of Post-Inflammatory Hyperpigmentation in Skin of Colour: A Systematic Review. J Cutan Med Surg. 2024. 

  3. Nguyen CM, et al. Post-inflammatory hyperpigmentation: practical clinical guidance. Arch Dermatol Res. 2024. 

  4. Hang X, et al. Prevention of PIH after resurfacing procedures. J Cosmet Dermatol. 2025. 

  5. Bin Dakhil A, et al. PIH after dermatologic procedures: risk factors and prevention. Dermatol Reports. 2023. 

  6. Beylot C, et al. Post-inflammatory hyperpigmentation after cosmetic procedures. Ann Dermatol Venereol

  7. Razi S, et al. Chemical peel effects on PIH. Skin Res Technol. 2023. 

  8. JAAD. Postinflammatory hyperpigmentation overview and management.